Tanah Papua Tempatku Merajut Pengabdian


Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan cita-cita yang mulia salah satunya dengan menjadi seorang guru kita andil atau ikut berpartisipasi menuju kehidupan bangsa yang cerdas secara intelektual, emosional, sosial, dan spiritual secara simultan dan berkesinambungan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kecerdasan atau intelektual tidak datang dengan tiba-tiba atau instan melainkan dengan sebuah proses pada satuan tingkat pendidikan di jenjang masing masing pendidikan dan  dan disitulah kita di didik oleh bapak atau ibu guru maupun dosen di dalam dunia pendidikan.
Guru menjadi icon paling utama dalam mewujudkan pendidikan yang berkwalitas. Karena di dalam maupun di luar kelas guru menjadi artis sekaligus sutradara dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. Cara bapak ibu guru berbeda beda dalam menyampaikan materi dalam kegiatan pembelajaran. Sehingga guru yang berkwalitas dan bermutu dalam bidangnya , maka kurikulum jenis apapun akan mampu diterapkan di dalam ruang kelas maupun di luar kelas. Tapi sebaliknya guru yang tidak cakap atau tidak berkompeten semudah apappun kurikulum yang berlaku sulit untuk di terapkan dalam pelaksanaannya.
Menyadari kesenjangan pendidikan di berbagai tempat yang terutama di daerah 3T (Terpencil, Terluar, Terdepan) merupakan tantangan dan pengalaman maupun kesulitan untuk memberikan wawasan, sebisa  mungkin menyesuaikan diri dengan geografi maupun tradisi serta dapat memberi solusi dalam dunia pendidikan di lingkup sekolah tempat pengabdian atau lingkup tempat kerja dengan sarana dan prasarana yang relatif kurang memadahi dalam kegiatan pembelajaran.
Inilah Pengalaman saya di Pegunungan Tengah Papua Kabupaten Lanny Jaya saya mengabdi sebagai guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan mendapatkan jam awal sebuah aktivitas  pembelajaran disekolah maka guru di tuntut untuk selalu kreatif agar siswa senang gembira dan agar siswa dapat menyerap materi yang akan di sampaikan dalam pembelajaran. Maka saya memulai siswa dengan motivasi dan senam otak dalam memulai kegiatan pembelajaran.
Motivasi
Pertama kali saya tanyakan keadaan siswa apakah siswa sudah makan atau belum, dalam pelaksanaan pembelajaran dan terkadang ada siswa yang belum makan dari rumah. maka anak saya beri nasehat sebelum kalian berangkat ke sekolah alangkah baiknya makan terlebih dahulu dari rumah baik makan hipere atau ubi maupun nasi agar nantinya di sekolah atau di kelas  siswa dapat menerima materi dengan baik yang telah di sampaikan oleh bapak maupun ibu guru. Karena dengan makan pagi akan memberikan energi pada tubuh untuk melakukan semua aktifitas termasuk dalam bermain dan belajar sehingga siswa juga dapat tumbuh kembang secara fisik maupun pengetahuan atau afektifnya juga ikut berkembang.
Saya memeriksa jari kuku siswa, apakah siswa jari kukunya bersih atau panjang dan kotor, sehingga guru juga mengetahui siswa mana yang sudah menerapkan salah satu kebersihan pribadi. Terhadap siswa kukunya yang masih panjang dan kotor maka siswa di beri nasehat agar kuku yang kotor dan panjang untuk di bersihkan karena kuku yang kotor dan panjang banyak kuman atau bakteri dan kalau kuman atau bakteri tersebut masuk dalam perut melalui makanan yang kita pegang melalui tangan takutnya akan terkena penyakit diare sehingga siswa yang terkena penyakit diare akan terasa lemas akhirnya tidak bisa masuk sekolah dan tidak bisa menuntut ilmu maka kebersihan kuku juga harus di perhatikan dengan sehat kita bisa belajar karena kesehatan sendiri sebagian dari iman dengan sehat siswa juga bisa datang ke sekolah dengan senang gembira bermain dan belajar dengan teman-teman lainya.
Saya memotivasi siswa salah satunya dari buku karangan Ir.Andi Muzaki, SH, MT. Motivasi, Insiprasi, cerita bijak, renungan, kata kata bijak, cerita unik dan menarik, kisah teladan, kisah sukses ada dalam buku karangan Ir.Andi Muzaki, SH, MT. Dalam saya menyampaikan saya bacakan di depan kelas sehingga siswa mendengarkan dan memperhatikan cerita motivasi. Salah satu cerita motivasi  yang pernah saya bacakan berjudul “ Tidak Ada Yang Sia Sia “ ini menceritakan air yang berguna untuk makluk hidup dalam tumbuh kembang dan saya kaitankan dengan pendidikan dimana pendidkan harus kita raih dan tumbuh kembang dalam pengetahuan yang madani  agar diri siswa dapat meraih cita cita maupun kesadaraan dalam kehidupan untuk bisa menjalaninya dengan penuh rahmad. Kemudian saya bacakan juga salah satu kata bijak dalam buku karangan Ir.Andi Muzaki, SH, MT yaitu  “ Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah” (Thomas Alva Edison). Dengan motivasi dan kata bijak kadang  siswa juga terenyuh untuk menyadarinya akan tujuan belajar dalam pendidikan. Ini juga bentuk gerakan literasi sekolah dimana siswa dituntut untuk membaca maupun mendengarkan cerita dalam bentuk motivasi maupun kata-kata bijak.
Senam Otak
Senam otak juga membuat siswa senang karena senam otak untuk menyeimbangkan otak kanan maupun otak kiri dan mengembangkan neorotik siswa. Senam otak yang saya ajarkan kepada siswa adalah senam otak jari jari untuk versi pertama adalah ujung jari tangan kanan dan ujung tangan kiri saling menempel terlebih dahulu. Ibu jari di putar ke depan dan ujung jari-jari lain  tetap menempel waktu di putar sebanyak 2 X 8 hitungan. kedua adalah jari telunjuk di putar ke depan dan ujung jari-jari lain  tetap menempel waktu di putar sebanyak 2 X 8 hitungan. ketiga adalah jari tengah di putar ke depan dan ujung jari-jari lain  tetap menempel waktu di putar sebanyak 2 X 8 hitungan. keempat adalah jari manis di putar ke depan dan ujung jari-jari lain  tetap menempel waktu di putar sebanyak 2 X 8 hitungan. kelima adalah jari kelingking di putar ke depan dan ujung jari-jari lain  tetap menempel waktu di putar sebanyak 2 X 8 hitungan.
Senam otak yang kedua adalah  jari tangan kanan dan jari tangan kiri masuk dalam selah selah seperti sikap berdoa. Pertama adalah ibu jari tangan kanan dan kiri digerakan ke atas dan sebaliknya serta jari jari lain tetap diam pada posisinya sebanyak 2 X 8 hitungan. Kedua adalah jari telunjuk   tangan kanan dan kiri digerakan ke atas dan sebaliknya serta jari jari lain tetap diam pada posisinya sebanyak    2 X 8 hitungan. Ketiga adalah jari tengah   tangan kanan dan kiri digerakan ke atas dan sebaliknya serta jari jari lain tetap diam pada posisinya sebanyak 2 X 8 hitungan. Keempat adalah jari manis   tangan kanan dan kiri digerakan ke atas dan sebaliknya serta jari jari lain tetap diam pada posisinya sebanyak    2 X 8 hitungan. Kelima adalah jari kelingking   tangan kanan dan kiri digerakan ke atas dan sebaliknya serta jari jari lain tetap diam pada posisinya sebanyak 2 X 8 hitungan.
Harapan
Harapan penulis adanya pengembangan intelektual melalui bimbibingan teknologi (BIMTEK) untuk mengembangkan profesionalisme guru secara berkelanjutan,  Kelompok Kerja Guru (KKG) yang produktif, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang produktif,  seminar mengenai pendidikan, Kebijakan-kebijakan Pemerintah Daerah, Popinsi serta Pusat yang terus mendukung pendidikan agar dapat menciptakan generasi anak emas papua karena guru merupakan pion terdepan dalam membangun pendidikan.

Komentar

Posting Komentar