Mengelolah Karakter

Detik demi detik waktu terus berlalu di bulan ramadhan sudah dilalui. Penulis mengucapkan selamat hari Raya idul Fitri 1 Syawal 1438 H. Minal Aidzin Wal Faidzin Mohon Maaf lahir dan Batin.

Dibulan Ramadhan karakter anak diolah ditata dengan nilai nilai karakter  di antaranya cinta Tuhan dan kebenaran, Tanggung jawab, kemandirian, kedisiplinan, amanah, hormat, santun, kasih sayang kepedulian, kerjasama, Percaya diri, kreatif, pantang  menyerah, keadilan, kepemimpinan, baik rendah hati, toleransi dan cinta damai serta karater lain yang baik.

Mengelolah karakter seorang manusia tidak mudah membalikan telapak tangan karena karakter terbentuk oleh beberapa faktor di antara lain lingkungan, keluarga, sekolah maupun pengalaman setiap seseorang. Dan Setiap  individu dengan individu lainnya sangatlah berbeda karakternya.

Ranah kognetif sebagai ranah pengetahuan untuk mengetahui pengetahuan ilmu yang mana yang harus dijalankan dan ditinggalkan. Ranah Afektif sebagai ranah rasa, kesadaran untuk mau melaksanakan sesuatu. Ranah Psikomotorik sebagai ranah menjalankan, mengerjakan, melaksankan apa yang kitak ketahui dan kita rasakan.

Tingkah laku serta tindakan seorang  anak manusia hendaklah benar benar berbasiskan pada nurani pribadi, tingkah dan tindakan yang di kendalikan oleh suara hatinya di antaranya Olah rohani membentuk pribadi yang beriman, bermoral dan taqwa. Olah pikir membentuk  pribadi yang bernalar waras dan logis. Olah rasa membentuk pribadi yang beretika, santun, berbudi luhur/berbudaya, berjiwa besar, jujur, setia kawan, tekun, rajin dan disiplin. Olah raga membentuk pribadi yang memiliki  kesehatan fisik, seimbang yang di butuhkkan manusia.

Semoga setelah selesai melalui bulan Ramadhan ini bisa mengelolah  karakter untuk menjadi lebih baik.  Karena pendidikan nilai karakter merupakan pilar utama kepribadian seseorang.

                                                                                                                 Penulis                                                            
Gatot Sukarno Putra

Komentar